ILMU PENELITIAN DAN PENGELOMPOKAN ILMU
Oleh Mukh Khusnaini
PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Filsafat merupakan akar dari seluruh ilmu
yang ada, dari hasil pemikiran-pemikiran filsafat itulah muncul teori-teori
yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kelimuan dan teknologi di jagat raya
ini.Begitu juga dengan substansi filsafat,lahir dari pemikiran-pemikiran yang
kian berkembang. Penelitian
tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia,
khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu
penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal sehingga spenelitian harus
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran.
Bila penelitian dikaitkan dengan
perguruan tinggi, maka pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para tenaga
pengajar (dosen) seagi ujung tombak dalam kehidupan kampus harus ditingkatkan.
Selain untuk meningkatkan kemampuan sendiri diharapkan para dosen dapat
meningkatkan kegairahan mahasiswa untuk meneliti. Untuk itu perlu pengetahuan
dan kemampuan yang memadai sehingga penelitian tersebut dapat bermanfaat bagi
perguruan tinggi (negeri dan swasta) maupun pembangunan nasional bangsa dan
negara.
Sedangkan bila dikaitkan dengan pembangunan nasional maka penelitian merupakan dasar (basic) bagi pengambilan keputusan setiap langkah-langkah pelaksanaan dan perencanaan pembangunan. Sehubungan dengan itu perlu dana/ biaya dan sumber daya manusia (tenaga peneliti) yang besar agar penelitian dapat berlangsung dengan baik dan mempunyai manfaat yang besar bagi keberhasilan pembangunan nasional.
Sedangkan bila dikaitkan dengan pembangunan nasional maka penelitian merupakan dasar (basic) bagi pengambilan keputusan setiap langkah-langkah pelaksanaan dan perencanaan pembangunan. Sehubungan dengan itu perlu dana/ biaya dan sumber daya manusia (tenaga peneliti) yang besar agar penelitian dapat berlangsung dengan baik dan mempunyai manfaat yang besar bagi keberhasilan pembangunan nasional.
Dari berbagai hal yang harus dipahami
dalam pelaksanaan penelitian adalah penelitian yang dilakukan sendiri secara
mandiri, efisien, efektif, kritis, dan didasarkan pada etika kebenaran
merupakan aspek yang harus selalu menjadi perhatian utama. Mengingat betapa
pentingnya pelaksanaan penelitian seperti yang telah diutarakan pada penjelasan
di atas, maka dalam makalah ini kelompok kami akan membahas mengenai Ilmu
Pengetahuan dan Penelitian.
B. Tujuan
1. Menjelaskan
pengertian ilmu dan penelitian.
2. Menjelaskan
hubungan ilmu dengan penelitian.
3. Menyebutkan dan
menjelaskan pengelompokan ilmu.
C. Permasalahan
1. Bagaimana hubungan
ilmu dengan penelitian?
2. Apa saja
pengelompokan ilmu?
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu
Ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang untuk lebih
mengerti akan suatu hal dengan cara melalui pengajaran. Ilmu bisa diperoleh
melaui lingkungan sekitar ataupun di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah,
akademi, universitas, ataupun lembaga bimbingan.[1]
Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu ilmu akademik dan ilmu non-akademik. Ilmu
akademik adalah ilmu yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan seperti
contoh : Matematika, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu pengetahuan
Sosial), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain-lain.[2]
Sedangkan Ilmu non-akademik adalah ilmu yang diperoleh dari aktivitas
sehari-hari seperti contoh : Ilmu memasak, memperbaiki sesuatu, ilmu cinta,
serta masih banyak lagi ilmu yang tidak menggunakan teori yang lainnya. Ilmu
akan dapat membuat seseorang lebih mengetahui akan suatu hal. Dengan adanya
ilmu juga diharapkan seseorang bisa lebih cerdas dan terampil dalam mengerjakan
suatu pekerjaan yang ada.[3]
B. Pengertian Penelitian
Pengertian
Penelitian merupakan terjemahan dari bahasa inggris, yaitu research. Kata risearch berasal dari kata re yang artinya kembali dan to
research yang berati mencari.[4]
Maka dari itu pengertian penelitian itu sendiri merupakan suatu upaya pencarian.
Dimana yang dicari dalam suatu penelitian adalah pengetahuan yang sebenar –
benarnya. Dari mendapatkan pengetahuan tersebut dapat dipakai sebagai
pertannyaan dari suatu masalah tertentu. Ini dikarenakan dalam melakukan suatu
penelitian tidak dapat dilaksanakan apabila tidak diawali dengan adanya ketidak
tahuan.[5]
Penelitian
adalah suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada
penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah.[6]
Definisi lain mengemukakan penelitian adalah usaha yang secara sadar diarahkan
untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai
penyaluran hasrat ingin tahu manusia.[7]
1. Penelitian dilakukan secara sistematis.
2. Penelitian dilakukan secara terkendali.
3. Penelitian dilakukan secara empiris.
4. Penelitian bersifat kritis.
C. Hubungan Ilmu dan Penelitian
Menurut Almack hubungan antara ilmu
dan penelitian adalah seperti hasil dan proses.[9]
Menurut Whitney bahwa ilmu dan
penelitian adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah hal
yang sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth).[10] Bagaimana pula
hubungan antara berpikir, penelitian dan ilmu? Konsep berpikir, ilmu dan
penelitian juga sama. Berpikir, seperti halnya dengan ilmu, juga merupakan
proses mencari kebenaran. Perlu juga disinggung bahwa kebenaran yang diperoleh
melalui penelitian terhadap fenomena yang fana adalah suatu suatu kebenaran
yang telah ditemukan melalui proses ilmiah, karena penemuan tersebut dilakukan
secara ilmiah.[11] Jadi, penelitian dan ilmu merupakan proses
dan hasilnya adalah kebenaran.
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa terdapat kesamaan antara penelitian dan ilmu, yakni keduanya
berusaha mengungkapkan kebenaran ilmiah.
Suatu kebenaran ilmiah dapat
diterima karena :[12]
1. Adanya
Koherensi “Konsisten dengan pernyataan
sebelumnya yang dianggap benar”
2. Adanya
Korespondensi “berhubungan/ mempunyai objek
yang dituju oleh pernyataan tersebut”
3. Pragmatisme
“mempunyai sifat fungsional dalam
kehidupan sehari-hari”.
D. Penelitian bagian dari Epistimologi
Epistemologi atau teori pengetahuan
adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian
dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai
pengetahuan yang dimiliki.[13]
1.
Penhgumpulam
Data Sebagai Langkah Sesuai Epistimologi Dan Aspek Epistimologi
a. Cara sensus
b. Sampling
c. Cara bacon :
catat semua gejala positif dan yang negatif. Juga catat
gejala yang menunjukkan kemungkinan terjadinya perubahan.
2.
Pengolahan
Data Sebagai Langkah Sesuai Epistimologis
a. Kuantitatif
b. Kualitatif
c. Sesuaikan
dengan sifat data, kuantitatif atau kualitatif
3.
Laporan Hasil
Riset
a. Utamakan
orisinalitas dan bersikap jujur
b. Gunakan kalimat
pasif
c. Gunakan bahasa yang sesuai eyd
d. Gunakan bahasa
lugas
e. Gunakan
simbul-simbul matematika yang tepat
f. Cantumkan
sumber data dan kutipan yang benar
g. Jauhilah
plagiasi
h.
Ikuti sistem penulisan ilmiah yang baku dan koinsisten
E. Pengelompokan Ilmu
1. Nomotetis
Adalah Ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang universal berlaku,
mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba menemukan unsur-unsur
yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya yang konkrit bilamana
dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia, sosiologi, ilmu hayat
dan sebagianya.[14]
a. Bisa menghasilkan hukum atau dalil, setelah
generalisasi
b. Ilmu-ilmu
eksakta. Eksakta dalam pemahaman kata berarti ilmu pasti
Eksakta bisa didefinisikan sebuah bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat konkret yang dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dengan pasti.[15] Ilmu Eksakta berarti ilmu yang berdasarkan ketepatan dan kecermatan dalam metode penelitian dan analisis. Ilmu-ilmu eksakta kesemuanya mempunyai objek fakta-fakta, dan benda-benda alam serta hukum-hukumnya pasti dan tidak dapat dipengaruhi oleh manusia. Ilmu-ilmu eksakta meliputi antara lain yaitu berbagai ilmu teknik (seperti teknik permesinan kapal, nuklir, perminyakan, metalurgi, gas, petrokimia, informatika, computer, planologi, kelautan, industry, pertambangan, kimia, sipil, mesin, elektro, arsitektur, pertanian, geodesi, geologi, geofisika, dan meteorologi), berbagai ilmu kedokteran (seperti kedokteran gigi, anak, penyakit dalam, penyakit khusus, bedah, kebidanan, bedah mulut, kesehatan masyarakat, keperawatan, kelamin, dan penyakit mata), berbagai ilmu alam (seperti geofisika, bumi, ruang angkasa, dan pesawat), berbagai ilmu matematika (seperti ilmu ukur ruang, ilmu ukur sudut dan aljabar), berbagai ilmu hewan (seperti kedokteran hewan, biologi, lingkungan dan peternakan), berbagai ilmu tumbuh-tumbuhan (seperti pertanian dan kehutanan), berbagai ilmu kimia, ilmu tanah, ilmu komputer, farmasi, agronomi, geografi dan statistik.[16]
Eksakta bisa didefinisikan sebuah bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat konkret yang dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dengan pasti.[15] Ilmu Eksakta berarti ilmu yang berdasarkan ketepatan dan kecermatan dalam metode penelitian dan analisis. Ilmu-ilmu eksakta kesemuanya mempunyai objek fakta-fakta, dan benda-benda alam serta hukum-hukumnya pasti dan tidak dapat dipengaruhi oleh manusia. Ilmu-ilmu eksakta meliputi antara lain yaitu berbagai ilmu teknik (seperti teknik permesinan kapal, nuklir, perminyakan, metalurgi, gas, petrokimia, informatika, computer, planologi, kelautan, industry, pertambangan, kimia, sipil, mesin, elektro, arsitektur, pertanian, geodesi, geologi, geofisika, dan meteorologi), berbagai ilmu kedokteran (seperti kedokteran gigi, anak, penyakit dalam, penyakit khusus, bedah, kebidanan, bedah mulut, kesehatan masyarakat, keperawatan, kelamin, dan penyakit mata), berbagai ilmu alam (seperti geofisika, bumi, ruang angkasa, dan pesawat), berbagai ilmu matematika (seperti ilmu ukur ruang, ilmu ukur sudut dan aljabar), berbagai ilmu hewan (seperti kedokteran hewan, biologi, lingkungan dan peternakan), berbagai ilmu tumbuh-tumbuhan (seperti pertanian dan kehutanan), berbagai ilmu kimia, ilmu tanah, ilmu komputer, farmasi, agronomi, geografi dan statistik.[16]
c.
Ilmu-ilmu kealaman (natural
sciencies), merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam
semesta, termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah
dasar merupakan kumpulan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu
pengetahuan alam dan teknologi. Dan, manusia sebagai subjek pokoknya yang dalam
hal ini merupakan makhluk hidup yang paling tinggi kedudukannya. Salah satu
indikatornya ialah sifat unik manusia.[17]
d.
Ilmu-ilmu murni (pure sciencies), ilmu tersebut hanya murni bermanfaat
untuk ilmu itu sendiri dan berorientasi pada teoritisasi, dalam arti ilmu
pengetahuan murni tersebut terutama bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan
ilmu pengetahuan secara abstrak yakni untuk mempertinggi mutunya. Ilmu ini meliputi: Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi).[18]
2.
Ideografis
Adalah Ilmu yang mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat
dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu
sejarah, etnografi (ilmu bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainnya.[19]
a.
Humaniora, adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih
manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Yang tergolong ilmu
humaniora antara lain:[20]
b.
Ilmu budaya, secara
sederhana ilmu budaya adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.[21]
c.
Ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniuty), ilmu yang mengkaji masalah
kemanusiaan seperti masalah: budaya, sosial, politik, ekonomi, yang terdapat
pada masyarakat. Ilmu-ilmu kemanusiaan memiliki objek kajian yang diamati
secara empiris dan objek itu dianggap kongkret karena masalah kemanusiaan itu memiliki
objek yang khusus yaitu manusia atau masyarakat tertentu. Contoh ilmu-ilmu
kemanusiaan adalah antropologi, ilmu susastra, ilmu arkeologi, ilmu sejarah,
ilmu sosial, ilmu ekonomi.[22]
3.
Ilmu – ilmu Tingkah Laku
Ilmu yang mempelajari mengenai perilaku, dalam hal ini adalah
perilaku manusia dan proses mental.[23]
a. Ilmu-ilmu sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang
berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode
ilmiah dalam
mempelajari manusia.[24]
b.
Ilmu
psikologi adalah sebuah
bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Objek dari ilmu psikologi
adalah tingkah laku.[25]
c.
Ilmu
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan
manusia dengan lingkungannya, mempelajari sifat, perilaku dan perkembangan
masyarakat. sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan
yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara
kritis.[26]
d. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat
membuat pilihan (dengan atau tanpa uang) menggunakan sumber-sumber yang
terbatas, dengan cara atau alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan
jasa untuk menciptakan kemakmuran.[27]
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang untuk lebih
mengerti akan suatu hal dengan cara melalui pengajaran. Ilmu bisa diperoleh
melaui lingkungan sekitar ataupun di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah,
akademi, universitas, ataupun lembaga bimbingan. Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu
ilmu akademik dan ilmu non-akademik.
Pengertian
penelitian merupakan suatu upaya pencarian. Dimana yang dicari dalam suatu
penelitian adalah pengetahuan yang sebenar – benarnya. Penelitian adalah suatu proses penyelidikan secara
sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk
menyelesaikan masalah-masalah.
Ada empat kriteria yang perlu dipenuhi dalam suatu penelitian
ilmiah yaitu:
1. Penelitian dilakukan secara sistematis.
2. Penelitian dilakukan secara terkendali.
3. Penelitian dilakukan secara empiris.
4. Penelitian bersifat kritis.
Hubungan Ilmu dan Penelitian, penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah
kebenaran. Jadi terdapat kesamaan antara penelitian dan ilmu, yakni keduanya
berusaha mengungkapkan kebenaran ilmiah.
Penelitian bagian dari Epistimologi. Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang
berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan
dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan
yang dimiliki.
1.
Penhgumpulam
Data Sebagai Langkah Sesuai Epistimologi Dan Aspek Epistimologi
a. Cara sensus
b. Sampling
c. Cara bacon :
catat semua gejala positif dan yang negatif. Juga catat
gejala yang menunjukkan kemungkinan terjadinya perubahan.
2.
Pengolahan
Data Sebagai Langkah Sesuai Epistimologis
a. Kuantitatif
b. Kualitatif
c. Sesuaikan
dengan sifat data, kuantitatif atau kualitatif
3.
Laporan Hasil
Riset
a. Utamakan
orisinalitas dan bersikap jujur
b. Gunakan kalimat
pasif
c. Gunakan bahasa yang sesuai eyd
d. Gunakan bahasa
lugas
e. Gunakan
simbul-simbul matematika yang tepat
f. Cantumkan
sumber data dan kutipan yang benar
g. Jauhilah
plagiasi
h.
Ikuti sistem penulisan ilmiah yang baku dan koinsisten
A. Pengelompokan Ilmu
1. Nomotetis
a. Bisa menghasilkan hukum atau dalil, setelah
generalisasi
b.
Ilmu-ilmu eksakta.
c.
Ilmu-ilmu kealaman (natural
sciencies)
d.
Ilmu-ilmu murni (pure sciencies)
2.
Ideografis
a.
Humaniora,
b.
Ilmu budaya
3.
Ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniuty)
a. Ilmu-ilmu sosial
b. Ilmu psikologi
c. Ilmu sosiologi
d. Ilmu ekonomi
DAFTAR PUSTAKA
Amad Rozikin, Pengaruh Status Ekonomi
Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa MTs NU Al
Syairiyah Plumbon Kec. Limpung Kab. Batang Tahun Pelajaran 2010/2011,
Semarang: Fakultas Agama Islam UNWAHAS, 2011.
http://filsafat-ilmu.bloogspot.com, oleh Rifa’I, S.Pd.., sdiunduh pada 19 Oktober 2013, pukul
17.37 wib.
http://filsafat-ilmu.bloogspot.com, oleh Rifa’I, S.Pd.., sdiunduh pada 19 Oktober 2013, pukul
17.37 wib.
http://filsafat-ilmu.bloogspot.com, oleh Rifa’I, S.Pd.., sdiunduh pada 19 Oktober 2013, pukul
17.37 wib.
http://teori-kebenaran-ilmu.bloogspot.com, diunduh pada 21 Oktober pukul 18.34 wib.
http://teori-kebenaran-ilmu.bloogspot.com, diunduh pada 21 Oktober pukul 18.34 wib.
Muh. Rifa’i, Profil Guru
Menurut Imam Al Ghazali (relevansinya dengan pendidikan nasional), Kendal,
Fakultas Tarbiyah, STIT Muhammadiyah Kendal,Tahun, 2009.
Qonita Alya, Kamus Bahasa
Indonesia untuk Pendidikan dasar, Jakarta: PT Indah Jaya Adipratama, h.
568.
Rizal
Mustansyir dan Misnal Munir. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tahun. 2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar