Minggu, 03 Mei 2015

MAKALAH ILMU, PENELITIAN DAN PENGELOMPOKAN ILMU


ILMU PENELITIAN DAN PENGELOMPOKAN ILMU

Oleh Mukh Khusnaini

PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG







BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
       Filsafat merupakan akar dari seluruh ilmu yang ada, dari hasil pemikiran-pemikiran filsafat itulah muncul teori-teori yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kelimuan dan teknologi di jagat raya ini.Begitu juga dengan substansi filsafat,lahir dari pemikiran-pemikiran yang kian berkembang. Penelitian tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia, khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal sehingga spenelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran.
       Bila penelitian dikaitkan dengan perguruan tinggi, maka pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para tenaga pengajar (dosen) seagi ujung tombak dalam kehidupan kampus harus ditingkatkan. Selain untuk meningkatkan kemampuan sendiri diharapkan para dosen dapat meningkatkan kegairahan mahasiswa untuk meneliti. Untuk itu perlu pengetahuan dan kemampuan yang memadai sehingga penelitian tersebut dapat bermanfaat bagi perguruan tinggi (negeri dan swasta) maupun pembangunan nasional bangsa dan negara.
      Sedangkan bila dikaitkan dengan pembangunan nasional maka penelitian merupakan dasar (basic) bagi pengambilan keputusan setiap langkah-langkah pelaksanaan dan perencanaan pembangunan. Sehubungan dengan itu perlu dana/ biaya dan sumber daya manusia (tenaga peneliti) yang besar agar penelitian dapat berlangsung dengan baik dan mempunyai manfaat yang besar bagi keberhasilan pembangunan nasional.
       Dari berbagai hal yang harus dipahami dalam pelaksanaan penelitian adalah penelitian yang dilakukan sendiri secara mandiri, efisien, efektif, kritis, dan didasarkan pada etika kebenaran merupakan aspek yang harus selalu menjadi perhatian utama. Mengingat betapa pentingnya pelaksanaan penelitian seperti yang telah diutarakan pada penjelasan di atas, maka dalam makalah ini kelompok kami akan membahas mengenai Ilmu Pengetahuan dan Penelitian.

B.       Tujuan
1.      Menjelaskan pengertian ilmu dan penelitian.
2.      Menjelaskan hubungan ilmu dengan penelitian.
3.      Menyebutkan dan menjelaskan pengelompokan ilmu.

C.      Permasalahan
1.      Bagaimana hubungan ilmu dengan penelitian?
2.      Apa saja pengelompokan ilmu?
 BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN
A.      Pengertian Ilmu
         Ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang untuk lebih mengerti akan suatu hal dengan cara melalui pengajaran. Ilmu bisa diperoleh melaui lingkungan sekitar ataupun di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah, akademi, universitas, ataupun lembaga bimbingan.[1] Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu ilmu akademik dan ilmu non-akademik. Ilmu akademik adalah ilmu yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan seperti contoh : Matematika, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu pengetahuan Sosial), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain-lain.[2] Sedangkan Ilmu non-akademik adalah ilmu yang diperoleh dari aktivitas sehari-hari seperti contoh : Ilmu memasak, memperbaiki sesuatu, ilmu cinta, serta masih banyak lagi ilmu yang tidak menggunakan teori yang lainnya. Ilmu akan dapat membuat seseorang lebih mengetahui akan suatu hal. Dengan adanya ilmu juga diharapkan seseorang bisa lebih cerdas dan terampil dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang ada.[3]
B.       Pengertian Penelitian
       Pengertian Penelitian merupakan terjemahan dari bahasa inggris, yaitu research. Kata risearch berasal dari kata re yang artinya kembali dan to research yang berati mencari.[4] Maka dari itu pengertian penelitian itu sendiri merupakan suatu upaya pencarian. Dimana yang dicari dalam suatu penelitian adalah pengetahuan yang sebenar – benarnya. Dari mendapatkan pengetahuan tersebut dapat dipakai sebagai pertannyaan dari suatu masalah tertentu. Ini dikarenakan dalam melakukan suatu penelitian tidak dapat dilaksanakan apabila tidak diawali dengan adanya ketidak tahuan.[5]
       Penelitian adalah suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan  informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah.[6] Definisi lain mengemukakan penelitian adalah usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta  baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia.[7]
       Ada empat kriteria yang perlu dipenuhi dalam suatu penelitian ilmiah yaitu:[8]
1. Penelitian dilakukan secara sistematis.
2. Penelitian dilakukan secara terkendali.
3. Penelitian dilakukan secara empiris.
4. Penelitian bersifat kritis.
C.       Hubungan Ilmu dan Penelitian
Menurut Almack hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan  proses.[9]
Menurut Whitney bahwa ilmu dan penelitian adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah hal yang sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth).[10] Bagaimana pula hubungan antara berpikir, penelitian dan ilmu? Konsep berpikir, ilmu dan penelitian juga sama. Berpikir, seperti halnya dengan ilmu, juga merupakan proses mencari kebenaran. Perlu juga disinggung bahwa kebenaran yang diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana adalah suatu suatu kebenaran yang telah ditemukan melalui proses ilmiah, karena penemuan tersebut dilakukan secara ilmiah.[11] Jadi, penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah kebenaran.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat kesamaan antara penelitian dan ilmu, yakni keduanya berusaha mengungkapkan kebenaran ilmiah.
Suatu kebenaran ilmiah dapat diterima karena :[12]
1.      Adanya Koherensi “Konsisten dengan pernyataan  sebelumnya yang dianggap benar”
2.      Adanya Korespondensi “berhubungan/ mempunyai objek  yang dituju oleh pernyataan tersebut”
3.      Pragmatisme “mempunyai sifat fungsional  dalam kehidupan sehari-hari”.
D.      Penelitian bagian dari Epistimologi
       Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.[13]
1.    Penhgumpulam Data Sebagai Langkah Sesuai  Epistimologi  Dan Aspek Epistimologi
a.       Cara sensus
b.      Sampling
c.       Cara bacon : catat semua gejala positif dan yang negatif. Juga  catat  gejala yang menunjukkan kemungkinan terjadinya perubahan.
2.    Pengolahan Data Sebagai Langkah Sesuai  Epistimologis
a.       Kuantitatif
b.      Kualitatif
c.       Sesuaikan dengan sifat data, kuantitatif atau kualitatif
3.    Laporan Hasil Riset
a.       Utamakan orisinalitas dan bersikap jujur
b.      Gunakan kalimat pasif
c.       Gunakan  bahasa yang sesuai eyd
d.      Gunakan bahasa lugas
e.       Gunakan simbul-simbul matematika yang tepat
f.       Cantumkan sumber data dan kutipan yang benar
g.      Jauhilah plagiasi
h.      Ikuti sistem penulisan ilmiah yang baku dan koinsisten
E.       Pengelompokan Ilmu
1.      Nomotetis
Adalah Ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang universal berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba menemukan unsur-unsur yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya yang konkrit bilamana dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia, sosiologi, ilmu hayat dan sebagianya.[14]
a.      Bisa menghasilkan hukum atau dalil, setelah generalisasi
b.      Ilmu-ilmu eksakta. Eksakta dalam pemahaman kata berarti ilmu pasti
Eksakta bisa didefinisikan sebuah bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat konkret yang dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dengan pasti.[15] Ilmu Eksakta berarti ilmu yang berdasarkan ketepatan dan kecermatan dalam metode penelitian dan analisis.
Ilmu-ilmu eksakta kesemuanya mempunyai objek fakta-fakta, dan benda-benda alam serta hukum-hukumnya pasti dan tidak dapat dipengaruhi oleh manusia. Ilmu-ilmu eksakta meliputi antara lain yaitu berbagai ilmu teknik (seperti teknik permesinan kapal, nuklir, perminyakan, metalurgi, gas, petrokimia, informatika, computer, planologi, kelautan, industry, pertambangan, kimia, sipil, mesin, elektro, arsitektur, pertanian, geodesi, geologi, geofisika, dan meteorologi), berbagai ilmu kedokteran (seperti kedokteran gigi, anak, penyakit dalam, penyakit khusus, bedah, kebidanan, bedah mulut, kesehatan masyarakat, keperawatan, kelamin, dan penyakit mata), berbagai ilmu alam (seperti geofisika, bumi, ruang angkasa, dan pesawat), berbagai ilmu matematika (seperti ilmu ukur ruang, ilmu ukur sudut dan aljabar), berbagai ilmu hewan (seperti kedokteran hewan, biologi, lingkungan dan peternakan), berbagai ilmu tumbuh-tumbuhan (seperti pertanian dan kehutanan), berbagai ilmu kimia, ilmu tanah, ilmu komputer, farmasi, agronomi, geografi dan statistik.[16]
c.       Ilmu-ilmu kealaman  (natural sciencies), merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar merupakan kumpulan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Dan, manusia sebagai subjek pokoknya yang dalam hal ini merupakan makhluk hidup yang paling tinggi kedudukannya. Salah satu indikatornya ialah sifat unik manusia.[17]
d.      Ilmu-ilmu murni (pure sciencies), ilmu tersebut hanya murni bermanfaat untuk ilmu itu sendiri dan berorientasi pada teoritisasi, dalam arti ilmu pengetahuan murni tersebut terutama bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak yakni untuk mempertinggi mutunya. Ilmu ini meliputi: Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi).[18]
2.      Ideografis
Adalah Ilmu yang mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu sejarah, etnografi (ilmu bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainnya.[19]
a.         Humaniora, adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Yang tergolong ilmu humaniora antara lain:[20]
·       Teologi
·       Filsafat
·       Hukum
·       Sejarah
·       Filologi
·       Bahasa, Budaya & Linguistik (Kajian bahasa)
·       Kesusastraan
·       Kesenian
·       Psikologi
b.         Ilmu  budaya, secara sederhana ilmu budaya adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.[21]
c.         Ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniuty), ilmu yang mengkaji masalah kemanusiaan seperti masalah: budaya, sosial, politik, ekonomi, yang terdapat pada masyarakat. Ilmu-ilmu kemanusiaan memiliki objek kajian yang diamati secara empiris dan objek itu dianggap kongkret karena masalah kemanusiaan itu memiliki objek yang khusus yaitu manusia atau masyarakat tertentu. Contoh ilmu-ilmu kemanusiaan adalah antropologi, ilmu susastra, ilmu arkeologi, ilmu sejarah, ilmu sosial, ilmu ekonomi.[22] 
3.      Ilmu – ilmu Tingkah Laku
Ilmu yang mempelajari mengenai perilaku, dalam hal ini adalah perilaku manusia dan proses mental.[23]
a.       Ilmu-ilmu sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia.[24]
b.      Ilmu psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Objek dari ilmu psikologi adalah tingkah laku.[25]
c.       Ilmu sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia dengan lingkungannya, mempelajari sifat, perilaku dan perkembangan masyarakat. sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis.[26]
d.      Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat membuat pilihan (dengan atau tanpa uang) menggunakan sumber-sumber yang terbatas, dengan cara atau alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan jasa untuk menciptakan kemakmuran.[27]
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
         Ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang untuk lebih mengerti akan suatu hal dengan cara melalui pengajaran. Ilmu bisa diperoleh melaui lingkungan sekitar ataupun di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah, akademi, universitas, ataupun lembaga bimbingan. Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu ilmu akademik dan ilmu non-akademik.
       Pengertian penelitian merupakan suatu upaya pencarian. Dimana yang dicari dalam suatu penelitian adalah pengetahuan yang sebenar – benarnya.           Penelitian adalah suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan  informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah.
       Ada empat kriteria yang perlu dipenuhi dalam suatu penelitian ilmiah yaitu:
1. Penelitian dilakukan secara sistematis.
2. Penelitian dilakukan secara terkendali.
3. Penelitian dilakukan secara empiris.
4. Penelitian bersifat kritis.
Hubungan Ilmu dan Penelitian, penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah kebenaran. Jadi terdapat kesamaan antara penelitian dan ilmu, yakni keduanya berusaha mengungkapkan kebenaran ilmiah.
Penelitian bagian dari Epistimologi. Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.
1.    Penhgumpulam Data Sebagai Langkah Sesuai  Epistimologi  Dan Aspek Epistimologi
a.       Cara sensus
b.      Sampling
c.       Cara bacon : catat semua gejala positif dan yang negatif. Juga  catat  gejala yang menunjukkan kemungkinan terjadinya perubahan.
2.    Pengolahan Data Sebagai Langkah Sesuai  Epistimologis
a.       Kuantitatif
b.      Kualitatif
c.       Sesuaikan dengan sifat data, kuantitatif atau kualitatif
3.    Laporan Hasil Riset
a.       Utamakan orisinalitas dan bersikap jujur
b.      Gunakan kalimat pasif
c.       Gunakan  bahasa yang sesuai eyd
d.      Gunakan bahasa lugas
e.       Gunakan simbul-simbul matematika yang tepat
f.       Cantumkan sumber data dan kutipan yang benar
g.      Jauhilah plagiasi
h.      Ikuti sistem penulisan ilmiah yang baku dan koinsisten
A.      Pengelompokan Ilmu
1.      Nomotetis
a.      Bisa menghasilkan hukum atau dalil, setelah generalisasi
b.      Ilmu-ilmu eksakta.
c.       Ilmu-ilmu kealaman  (natural sciencies)
d.      Ilmu-ilmu murni (pure sciencies)
2.      Ideografis
a.         Humaniora,
b.         Ilmu  budaya
3.      Ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniuty)
a.       Ilmu-ilmu sosial
b.      Ilmu psikologi
c.       Ilmu sosiologi
d.      Ilmu ekonomi



DAFTAR PUSTAKA

Amad Rozikin, Pengaruh Status Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa MTs NU Al Syairiyah Plumbon Kec. Limpung Kab. Batang Tahun Pelajaran 2010/2011, Semarang: Fakultas Agama Islam UNWAHAS, 2011.
http://filsafat-ilmu.bloogspot.com, oleh Rifa’I, S.Pd.., sdiunduh pada 19 Oktober 2013, pukul 17.37 wib. 
http://filsafat-ilmu.bloogspot.com, oleh Rifa’I, S.Pd.., sdiunduh pada 19 Oktober 2013, pukul 17.37 wib. 
http://filsafat-ilmu.bloogspot.com, oleh Rifa’I, S.Pd.., sdiunduh pada 19 Oktober 2013, pukul 17.37 wib.
http://teori-kebenaran-ilmu.bloogspot.com, diunduh pada 21 Oktober pukul 18.34 wib.
http://teori-kebenaran-ilmu.bloogspot.com, diunduh pada 21 Oktober pukul 18.34 wib.
Luthfi, Muchtar. http://jurnalislam.net/id.
Muh. Rifa’i, Profil Guru Menurut Imam Al Ghazali (relevansinya dengan pendidikan nasional), Kendal, Fakultas Tarbiyah, STIT Muhammadiyah Kendal,Tahun, 2009.
Qonita Alya, Kamus Bahasa Indonesia untuk Pendidikan dasar, Jakarta: PT Indah Jaya Adipratama, h. 568. 
Rizal Mustansyir dan Misnal Munir. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tahun. 2001



Tidak ada komentar:

Posting Komentar